educationJune 23, 2008 5:20 am

 

Akhir-akhir ini kita sering saksikan mulai banyak bermunculan sekolah-sekolah dengan alternatif pendekatan dan metodologi pengajaran “link & mach yang cenderung praktis dan katanya lebih efektif mengelaborasi esensi pendidikan dengan aplikasi skill peserta didik.  Program pendidikan tersebut sering kita kenal dengan istilah home schooling. Diseluruh dunia terdapat kurang lebih 6 juta home schooling tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Walaupun bagi kalangan praktisi pendidikan sendiri substansi pendidikan home schooling secara simplistis inheren dengan SMP terbuka, SMA terbuka, Universitas terbuka atau yang sekarang sedang trend adalah e-learning, namun memang ada kecenderungan bahwa home schooling agak “berbeda” jika dilihat dari tingkat fleksibilitas dan metodologi pengajarannya. Fleksibilitas konsep pendidikan home schooling memang an-sich mengacu kepada kompetensi praktis hubungan antara ketertarikan/kemauan dan hoby individual (baca : siswa) dengan orientasi cita-citanya bekerja atau menguasai bidang-bidang tertentu yang menjadi harapannya dalam bekerja. Fleksibilitas tersebut juga diukur dari metode belajar-mengajar yang tidak “terbelenggu” oleh dimensi ruang dan waktu secara formal serta menjamin tingkat kompetensi terealisir dengan baik. Dengan kata lain konsepsi link & mach memang cenderung lebih efektif jika para siswa belajar dalam tataran konsep pendidikan model ini. Apalagi jika kalangan dunia industri sudah menjalin kerja sama dan membangun hubungan dengan lembaga pendidikan home schooling misalnya mengenai pola standard alternatif bagi kompetensi para lulusan (baca : dalam hal ijasah dan nilai) yang selama ini menjadi domainnya pemerintah.

 

Uncategorized 5:19 am

 

Akhir-akhir ini kita sering saksikan mulai banyak bermunculan sekolah-sekolah dengan alternatif pendekatan dan metodologi pengajaran “link & mach yang cenderung praktis dan katanya lebih efektif mengelaborasi esensi pendidikan dengan aplikasi skill peserta didik.  Program pendidikan tersebut sering kita kenal dengan istilah home schooling. Diseluruh dunia terdapat kurang lebih 6 juta home schooling tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Walaupun bagi kalangan praktisi pendidikan sendiri substansi pendidikan home schooling secara simplistis inheren dengan SMP terbuka, SMA terbuka, Universitas terbuka atau yang sekarang sedang trend adalah e-learning, namun memang ada kecenderungan bahwa home schooling agak “berbeda” jika dilihat dari tingkat fleksibilitas dan metodologi pengajarannya. Fleksibilitas konsep pendidikan home schooling memang an-sich mengacu kepada kompetensi praktis hubungan antara ketertarikan/kemauan dan hoby individual (baca : siswa) dengan orientasi cita-citanya bekerja atau menguasai bidang-bidang tertentu yang menjadi harapannya dalam bekerja. Fleksibilitas tersebut juga diukur dari metode belajar-mengajar yang tidak “terbelenggu” oleh dimensi ruang dan waktu secara formal serta menjamin tingkat kompetensi terealisir dengan baik. Dengan kata lain konsepsi link & mach memang cenderung lebih efektif jika para siswa belajar dalam tataran konsep pendidikan model ini. Apalagi jika kalangan dunia industri sudah menjalin kerja sama dan membangun hubungan dengan lembaga pendidikan home schooling misalnya mengenai pola standard alternatif bagi kompetensi para lulusan (baca : dalam hal ijasah dan nilai) yang selama ini menjadi domainnya pemerintah.

 

styleMay 14, 2008 6:34 am

Harajuku adalah nama sebuah tempat di Tokyo Jepang, dimana dikenal sebagai sebuah sentra dunia entertainment yang sangat terkenal baik di Jepang maupun dunia, terkenal karena memiliki ciri khas dimana banyak sekali street performers mengekspresikan idealisme mereka dengan gaya berpakaian unik yang kemudian dikenal dengan nama Harajuku style.
Di jalanan Harajuku berkembang trend fashion seperti Gothic Lolita, Visual Kei, Rockabily, Cosplay, bahkan Punk.Corak gaya pakaian Harajuku (Harajuku style), sering disebut gaya pemberontak (rebellion), karena para anak muda di sana secara eksplisit bahkan berlebihan mengusung tema dandanan yang miring, tidak seperti kebanyakan masyarakat Jepang (para pekerja) yang berkeseragaman dengan jas hitam berdasi, rambut tersisir rapi, dan tas kerja, para Harajukus justru memoles wajahnya dengan make up tebal ala Gothic atau ala boneka, dengan baju yang nabrak-nabrak, sepatu ber highheels, stoking warna norak atau belang-belang, itulah Harajuku. Dalam perkembangannya tempat ini menjadi tempat pelarian para seniman untuk mengadakan perform jalanan yang dikemas kecil-kecilan sampai yang masal, hingga selanjutnya Harajuku menjadi pusat art festival, yang menjadi tujuan wisata para turis domestik dan manca.
Harajuku sekarang sudah menjadi ikon industri entertainment, yang tersohor diseluruh negeri bahkan dunia, pengaruh fashionnyapun sampai se antero jagad, juga sampai ke Indonesia.

technology 6:24 am

Jepang Kenalkan Robot Berdansa

 

life 6:10 am

Hari ini…

Hari ini…

Hari ini….

Ngebetein….

Di skul sepi beud…

 

Pengen beud pulang….

Tapi ga bisa klwar….

 

dah panas ga bisa klwar …

apalagi pljaran terakhir….

bikin ngantuk….

 

emoticon emoticon emoticon

UncategorizedApril 28, 2008 10:03 am

Hanya satu kata yang bisa saya sampaikan,

"Ayo Ngeblog" !!!!

Asyik lhooo…..Segera bergabung !!!

emoticon 

UncategorizedApril 15, 2008 8:02 am

Welcome to your new blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

An email has been sent to you giving you details of how to log in to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions, ask them in the forums — we are only too willing to help.